Belanja on-line dan bekerja bergaya mobile belum berarti ramah lingkungan 100%.

Gambar

     Berbarengan dengan semakin tingginya penggunaan Internet dari tahun ke tahun diseantero jagat memasuki dekade awal pertama abad Millenium Baru abad ke-21 terkuak fakta betapa aktivitas internet on-line ini pun sesungguhnya tidak sepenuhnya bersifat “green”:ramah lingkungan ; berhubung terdapat sejumlah gambaran potensi meningkatkan cemaran gas rumah kaca.

      Apabila menyimak riset kajian institusi Gartner (tahun 2007) mengungkap bahwa industri TI global berdampak menimbulkan gas rumah kaca:2%, bahkan apabila seseorang peselancar internet tengah melaksanakan aktivitas pencarian informasi menelusuri pencarian dengan mengakses Google pun menyumbang cemaran sekitar 20 miligram ke atmosfer.

      Sementara sekarang terdapat opini yang berkembang bahwa aktivitas belanja on-line dan berkantor gaya mobile yang sementara oleh banyak kalangan pengguna komputer diyakini termasuk gaya yang berorientasi “green life-style” atau ramah lingkungan pun ternyata dalam temuan riset terkini sajian penelitian Professor Phil Blythe, kepala institusi riset IET : Transport Policy Panel and Professor of Intelligent Transport Systems Newcastle University, Inggris perlu dikoreksi kembali kebenarannya.

       Hasil temuan Prof. Phil Blythe dkk. mengungkap bahwa jika pun terdapat penghematan energi yang berhasil didapat dari aktivitas belanja on-line sesungguhnya besaran nilainya hanya semenjana belaka atau kurang signifikan; demikian yang disimpulkannya berdasar kajian dampak aktivitas “rebound” dari istilah dalam bidang kajian transportasi.

      Adapun persyaratan yang mesti dipenuhi agar aktivitas berbelanja on-line dapat bernilai ramah lingkungan menurut Professor Phil Blythe, maka seorang pengguna internet hendaknya memperhatikan bahwa; sebaiknya pada saat melaksanakan aktivitas belanja hendaknya melakukan setidaknya pembelian 25 belanjaan, jarak antara rumah dengan lokasi toko tempat pembelanjaan setidaknya 50 km, dan memenuhi faktor 3,5 kali besaran “traditional shopping trips”.

     Sedangkan mengenai aktivitas bekerja dari rumah bergaya mobile diungkapkan ternyata dapat meningkatkan peningkatan penggunaan energi rumah tangga hingga setinggi 30%, dan hal ini pun berkecenderungan pula untuk membuat orang untuk semakin jauh lagi dalam memilih tempat tinggal dari tempatnya bekerja; oleh karenanya hal demikian ini pun berdampak berikut yang bersifat buruk dalam hal meningkatnya penggunaan energi serta besaran tingkat polusi yang diakibatkan berkendaraan.

About Abdul Qohar
Saat ini saya berstatus sebagai mahasiswa aktif di jurusan fisika UNNES

One Response to Belanja on-line dan bekerja bergaya mobile belum berarti ramah lingkungan 100%.

  1. Abdurrazaq says:

    Terima kasih atas share nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: